Senin, 26 Mei 2008

Bernostalgia di Spanyol

Apa yang melintas dipikiran kita ketika mendengar kata “Spanyol” ?. kebanyakan jawabannya hanya sebatas klub sepakbola, yu now lah Real Madrid, Barcelona…menyedihkan !!!

Kita mengenal dari sejarah, 12 Juli 711 atau bertepatan dengan Ramadhan 92 H, Thariq bin Ziyad bersama sejumlah besar pasukannya, berhasil memasuki wilayah Spanyol melewati selat di antara Maroko dan Spanyol, yang kemudian diberi nama Jabal Thariq (sekarang di kenal dengan nama Gibraltar yang terletak di teluk Algeciras). Selat ini menghubungkan antara Samudera Atlantik dengan Laut Mediterania. Pemerintahan Islam di Andalusia, demikian nama Spanyol dikenal saat itu, pada abad ke-8 hingga 15 adalah pemerintahan Islam yang pertama kali berinteraksi dengan bangsa Eropa. Hampir delapan abad lamanya Islam berkuasa di Andalusia sejak tahun 711 M hingga berakhirnya kekuasaan Islam di Granada pada tanggal 2 Januari 1492 M / 2 Rabiul Awwal 898 H.

Peristiwa di tahun 711 M itu mengawali masa-masa Islam di Spanyol. Pasukan Thariq sebenarnya bukan misi pertama dari kalangan Islam yang menginjakkan kaki di Spanyol. Sebelumnya, Gubernur Musa Ibnu Nushair telah mengirimkan pasukan yang dikomandani Tharif bin Malik. Tharif sukses. Kesuksesan itu mendorong Musa mengirim Thariq. Saat itu, seluruh wilayah Islam masih menyatu di bawah kepemimpinan Khalifah al-Walid dari Bani Umayah.

Berkat kedatangan Islam di Andalusia hampir delapan abad lamanya kaum Muslim mengusasi kota-kota penting seperti Toledo, Saragosa, Cordoba, Valencia, Malaga, Seville, Granada dan lain sebagainya, mereka membawa panji-panji ke-Islaman, baik dari segi Ilmu pengetahuan, kebudayaan, maupun segi arsitektur bangunan. Kini bukti kemajuan peradaban Islam tempo dulu di Spanyol masih dengan jelas terliahat dari sisa-sisa bangunan yang penuh sejarah dari Toledo hingga Granada, dari Istana Cordova hingga Alhambra. Menurut sebagain ahli sejarah, 2/3 gereja-gereja masyhur (cathedral) yang ada di berbagai kota di Andalusia adalah bekas mesjid.


Di negeri inilah pula telah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan, seperti Ilmu Agama Islam, Kedokteran, Filsafat, Ilmu Hayat, Ilmu Hisab, Ilmu Hukum, Sastra, Ilmu Alam, Astronomi, dan lain sebagainya. Andalusia kala itu boleh dikatakan sebagai pusat kebudayaan Islam dan Ilmu Pengetahuan yang tiada tandingannya setelah Konstantinopel dan Bagdad.

Selain melahirkan ilmuan-ilmuan dan penemuan, Andalusia juga menjadi saksi kegemilangan arsitektur Islam yang khas dan tidak tertandingi. Bahkan buku panduan resmi pemerintah Spanyol mengakui, setelah jatuhnya ke tangan Kristen, para penguasa negeri itu masih meneruskan bentuk-bentuk arsitektur Islam dalam membangun istana-istana mereka. Bahkan, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menempati Al Hambra sebagai tempat tinggal mereka dan menerima Columbus sebelum melakukan perjalanannya mengelilingi dunia.
Di negeri inilah pula telah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan, seperti Ilmu Agama Islam, Kedokteran, Filsafat, Ilmu Hayat, Ilmu Hisab, Ilmu Hukum, Sastra, Ilmu Alam, Astronomi, dan lain sebagainya. Andalusia kala itu boleh dikatakan sebagai pusat kebudayaan Islam dan Ilmu Pengetahuan yang tiada tandingannya setelah Konstantinopel dan Bagdad.

Selain melahirkan ilmuan-ilmuan dan penemuan, Andalusia juga menjadi saksi kegemilangan arsitektur Islam yang khas dan tidak tertandingi. Bahkan buku panduan resmi pemerintah Spanyol mengakui, setelah jatuhnya ke tangan Kristen, para penguasa negeri itu masih meneruskan bentuk-bentuk arsitektur Islam dalam membangun istana-istana mereka. Bahkan, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menempati Al Hambra sebagai tempat tinggal mereka dan menerima Columbus sebelum melakukan perjalanannya mengelilingi dunia.

Tidak ada komentar: